Pefofil Berkedok Sebagai Dukun Palsu Rupanya Mencabuli 41 Anak

Pefofil Berkedok Sebagai Dukun Palsu Rupanya Mencabuli 41 Anak

Berita Dunia - Pedofil yang dimana berkedok dukun palsu WS alias Babeh rupanya tidak hanya mencabuli sebanyak 25 anak saja. Pedofil yang dimana berprofesi sebagai guru honorer tersebut rupanya sudah mencabuli sebanyak 41 anak.

Jumlah ini diketahui dari laporan yang dimana terus diterima dari keluarga sang korban. 
"Hingga hari ini yang telah melaporkan ditambah dengan rilis kemarin menjadi sebanyak 41 korban, kemungkinan masih dapat bertambah," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, pada hari Jumat (5/1/2018), di Tangerang.

Kemungkinkan jumlah korban masih terus bertambah, Polresta Tangerang lantas saja membuka posko pengaduan.

"Kita sudah membuka posko pengaduan di Polresta Tangerang, hal tersebut juga bertujuan untuk dapat menerima laporan masyarakat jika terdapat korban yang masih belum melapor," tambah Sabilul.

Di dalam menjalankan aksinya, pedofil WS alias Babeh pun berkedok menjadi dukun palsu di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Sasarannya yakni anak-anak yang dimana berusia 10 hingga 15 tahun. Anak-anak tersebut pun diancam bakalan terkena sial selama 60 hari jika tidak ingin mengikuti hasrat bejat pria yang telah beristri tersebut.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Babeh pun mengaku kalau telah melakukan aksinya dikarenakan tidak kuat menahan hawa nafsunya. Dia sudah ditinggal oleh istrinya yang dimana menjadi TKW ke luar negeri.
"Awalnya ketika pelaku ditinggali istrinya bekerja menjadi seorang TKW di Malaysia, saat itu telah 3 bulan. Dia tidak dapat menahan diri," jelas Kapolres Tangerang Sabilul Alif di Tangerang, pada hari Jumat (5/1/2018).

Dia juga menambahkan, kalau Babeh mengaku sejak bulan April 2017 ditinggal istrinya bekerja di Malaysia. Mulai saat itu pula, dia telah melakukan aksi bejatnya dan juga mengincar anak-anak sebagai korban.

Menurut keterangan dari tersangka, anak-anak sering sekali mendatanginya di gubuknya. Para korban pelecehan seksual menilai kalau pelaku mempunyai ajian tertentu.

"Kedatangan dari anak-anak dikarenakan mereka menilai kalau tersangka mempunyai ajian semar mesem dan dapat mengobati orang yang sakit," tandas Sabilul.
Share on Google Plus

About Admin SEO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar