Rapat Komisi III DPR Bersama Dengan KPK, Kapolri dan Jaksa Agung Tertutup


Rapat Komisi III DPR Bersama Dengan KPK, Kapolri dan Jaksa Agung Tertutup

Berita Dunia - Komisi III DPR dikabarkan menggelar rapat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolri, Jaksa Agung, dan juga Menkumham. Rapat yang dimana digelar sekitar pukul 10.20 WIB tersebut juga sempat ditunda. Akan tetapi, ketika kembali dilanjutkan, rapat tersebut lantas digelar tertutup.

"Terdapat hal penting, dari pemahaman, dari pendalaman, ada juga yang bersifat terbuka dan juga tertutup. Bagaimana kalau acara yang selanjutnya saya buat itu tertutup?" kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat memulai rapat kerja yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, pada hari Senin (16/10/2017). 

Dan usai itu, rapat kerja juga lantas digelar secara tertutup. "Rapat yang selanjutnya dinyatakan tertutup untuk umum," terang Desmond yang dimana menjadi pimpinan rapat hari tersebut.

Keempat pimpinan lembaga masih hadir. Mereka merupakan Ketua KPK Agus Rahardjo bersama dengan para wakilnya, Laode M Syarif, Basaria Pandjaitan, dan juga Saut Situmorang. Juga hadir pula Jaksa Agung HM Prasetyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan juga Menkumham Yasonna Laoly.

Sebelumnya, Komisi III DPR hari ini dikabarkan mengadakan rapat gabungan antarsesama penegak hukum yakni pimpinan KPK, Kapolri, dan juga Jaksa Agung. Rapat tersebut adalah koordinasi antara aparat penegak hukum ke dalam hal penanganan tindak pidana korupsi maupun tipikor. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPR yakni Bambang Soesatyo.

"Selama 15 tahun KPK telah berdiri, kita masih belum melihat kemajuan yang secara signifikan dalam menekan prilaku koruptif bahkan juga sebaliknya makin masif," ujar pria yang kerap disapa Bamsoet tersebut.

Pada saat rapat digelar terbuka, masing-masing pimpinan lantas diberikan kesempatan untuk dapat memaparkan capain, kendala, dan juga harapan ke depan dalam upaya untuk pemberantasan korupsi. Termasuk juga mencurahkan kinerja mereka yang dimana berbeda dengan adanya lembaga penegak hukum lain, seperti dari sisi kewenangan dan juga jumlah sumber daya manusia.

Terdapat kejadian unik saat Jaksa Agung Prasetyo telah selesai membacakan penjelasan tentang kinerja lembaga yang telah dipimpinnya.

"Ini supaya tidak tegang. Terdapat cerita mengenai mega proyek konstruksi bakalan dibangu jembatan penghubung surga dan juga neraka," pungkas Prasetyo.
Share on Google Plus

About Admin SEO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar