Ini Alasan Ibunda Mengungkapkan Kematian Siswa Korban Kekerasan di Bogor

Ini Alasan Ibunda Mengungkapkan Kematian Siswa Korban Kekerasan di Bogor

Berita Dunia - Seorang siswa SMA dari Budi Mulia Kota Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo diketahui meninggal. Ia diduga mengalami kekerasan fisik di dalam duel gladiator.

Anak pasangan dari Maria Agnes dengan Raharjo tersebut tewas usai ia bertarungan satu lawan satu bersama dengan pelajar sekolah lain dan juga disaksikan oleh puluhan pelajar yang lainnya di Lapangan Palupuh, di belakang SMAN 7 Kota Bogor. 

Pertarungan ala gladiator maupun bom-boman tersebut adalah sebuah tradisi di dalam menghadapi event yang besar, kompetisi dari liga bola basket (DBL) antarpelajar.

Kasus tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Januari tahun 2016. Akan tetapi, pada waktu itu, kasusnya itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dikarenakan pihak keluarga juga telah menolak jenazah korban untuk diautopsi. Sementara itu, para pelaku langsung di-drop out (DO) dari sekolah.

"Saya hanya dapat menyembunyikan kesedihan dan juga rasa marah," kata Maria Agnes, selaku orangtua dari Hilarius, pada hari Jumat tanggal 16 September 2017.

Akan tetapi, rasa tersebut juga tidak bisa dapat lagi ia pendam. Terlebih usai begitu banyak sekali orang yang mengatakan kalau anaknya yang sangat akrab disapa Hila tersebut meninggal karena serangan jantung.

Atas dorongan tersebut, Maria diketahui lantas memposting kasus kematian anaknya lewat salah sebuah akun Facebook dan juga ditujukan kepada Presiden Jokowi.

"Kematian anak saya itu bukanlah karena sakit tapi dia itu disiksa, dipukuli, ditendang hingga mati," kata Maria.

Sementara itu, para pelakunya, kata Maria, masih bebas dan berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Mengapa baru sekarang saya ungkap lagi, itu karena saya ingin para pelaku tersebut mendapatkan hukuman yang setimpal," kata dia.

Sementara itu, polisi sekarang ini sedang menangani kasus kematian Hila. Bahkan tengah mencari saksi tambahan.

"Sudah sebanyak 13 saksi kita periksa. Kita tengah mencari saksi tambahan," ujar Kapolsek Bogor Utara Kompol Wawan Wahyudin, pada hari Sabtu (16/9/2017).

Bukan hanya itu saja, penyidik juga telah mengundang pihak keluarga korban untuk segera dimintai keterangan.

"Jumat kemarin telah dimintai keterangan tambahan," tandas Wawan.
Share on Google Plus

About Admin SEO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar