Helm Aprilia Menggunakan Augmented Reality Canggih
Berita Dunia - Aprilia dikabarkan telah memperkenalkan helm yang dilengkapi dengan fitur augmented reality (AR). Harapannya di tahun depan helm tersebut dapat dipakai oleh kru MotoGP mereka.
Dengan adanya fitur tersebut, di kaca helm kru juga bisa melihat keseluruhan data dari motor yang tengah bertanding secara real time. Dimulai temperatur sampai tekanan ban. Checklist per komponen juga dapat dilakukan untuk bisa membantu menentukan kapan waktu yang benar-benar tepat melakukan penggantian (masuk pit).
Bentuk tampilan di kaca tersebut merupakan hologram motor 3D.
Mudahnya, sistem tersebut juga dirancang untuk dapat mempermudah kerja tim, sekaligus mengurangi risiko kesalahan dari mekanik. Demikian yang telah dilansir oleh Motorcycle News.
Selain untuk mekanik yang bekerja di lapangan, helm tersebut juga cukup bermanfaat untuk chief engineer. Pasalnya, dengan adanya alat yang sama dengan chief engineer dapat berkomunikasi jarak jauh dengan mekanik. Mereka dapat berkomunikasi mengenai informasi strategis seperti jenis ban apa saja yang bakalan dipasang.
Mungkin satu-satunya masalah dari penerapan teknologi tersebut yakni apakah penyelenggara memperbolehkannya maupun tidak. Mengingat bahwa dengan adanya helm canggih tersebut, sebetulnya Aprilia juga sangat diuntungkan. Kecuali jika memang perangkat tersebut juga boleh digunakan kompetitor.
Sebenarnyaa teknologi AR telah lumayan begitu banyak sekali diterapkan di sejumlah bidang, punmeski pada awalnya diimplementasikan di dalam industri game dan ritel.
Belakangan ini, misalnya, perusahaan semi konduktor yang berbasis di California, Amerika Serikat, telah membesut sebuah helm berteknologi AR yang telah diperuntukkan untuk para pemadam kebakaran.
Layaknya salah sebuah smartphone, helm yang bernama C-THRU ini juga telah ditenagai dengan prosesor, yaitu Nvidia Tegra. Seperti yang dikutip dari Wareable, pada hari Senin (3/7/2017), C-THRU juga bisa memberikan navigasi secara aktual (real-time) melalui display transparan.
Dengan demikian, petugas pemadam kebakaran juga bisa terus berjalan didalam situasi kepungan asap dan juga minim cahaya maupun penglihatan. Hal tersebut berkat fitur kamera thermal, sensor biometrik, dan juga sensor toksisitas
Helm tersebut bisa memberikan kesadaran situasional jauh lebih baik sehingga mereka bisa menentukan langkah lebih efektif dan juga cepat untuk mengatasi insiden kebakaran.


0 komentar:
Posting Komentar