Kabareskrim : Tidak Terdapat Ruang Untuk Kejahatan Perdagangan Manusia
Berita Dunia - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen, Ari Dono Sukmanto untuk dapat memastikan bakalan terus menindak praktik perdagangan manusia. Menurutnya, tidak terdapat ruang untuk para pelaku menjalankan aksinya tersebut yang ada di Indonesia.
Hal tersebut juga disampaikan pada saat menghadiri konferensi ASEANAPOL maupun forum kerja sama bersama dengan pihak kepolisian negara ASEAN yang ada di Singapura.
"Polri juga meyakini, satu demi satu para pelaku perdagangan manusia tersebut pasti akan tertangkap. Dunia, khususnya ASEAN, tidak memberi ruang untuk kejahatan HAM berat ini," ujar Ari di dalam keterangan tertulisnya yang dimana diterima di Jakarta, pada hari Kamis (14/9/2017).
Di depan para peserta ASEANAPOL, Ari juga telah membeberkan kalau pengungkapan sejumlah kasus perdagangan manusia yang dimana sudah diungkap oleh Polri. Satu yang ada di antaranya kasus perdagangan manusia yang ada di Pulau Lanu, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Terdapat sebanyak 65 orang yang dimana terdiri dari 10 orang warga negara Bangladesh, 1 orang warga dari negara Myanmar dan 54 warga dari negara Sri Lanka telah menjadi korban. Para korban tersebut juga telah berangkat dari Tegal, Jawa Tengah, dengan adanya tujuan ke Selandia Baru. Pada saat memasuki perairan Australia, dicegat oleh pihak petugas perbatasan dan juga didorong hingga ke perbatasan Indonesia sebelum akhirnya yang terdampar di Pulau Rote, NTT.
"Keberhasilan dari pihak Polri telah mendapatkan apresiasi dari seluruh delegasi yang ada di dalam ASEANAPOL, sekaligus sama-sama belajar supaya secara bersama dengan berhasil mengungkap salah satu jenis kejahatan transnasional tersebut," ucap Ari.
Ari juga telah memastikan bahwa pihaknya juga masih terus mendalami terkait dengan kasus tersebut. Menurutnya, sekarang ini penyidik juga sudah menemukan adanya dugaan yang terkait dengan tindak pidana penucucian uang (TPPU) dari sindikat perdagangan orang-orang tersebut.
"Pada sekarang ini penyidik juga sedang menelusuri subyek rekening yang telah terafiliasi dengan sindikat Thines Kumar tersebut. Mengerucut terhadap salah seorang warga negara Sri Lanka," pungkas Ari.


0 komentar:
Posting Komentar